Indonesian Web Site on Agribusines Information
Agribusiness Online - Indonesian Agribusiness on the Net

Home



PEMELIHARAAN  ITIK  SEMI  EKSTENSIF
(Semi Extensive Duck Rearing)


Last Update : Minggu, 21. Oktober 2001 23:50:17


Itik yang dipelihara secara tradisional masih bisa dijumpai di antara Tegal dan Brebes. Flok antara 75 - 125 ekor itik sering terlihat berbaris digembalakan di pematang sawah atau mencari makan di sawah yang habis dipanen dimana banyak terdapat cacing, kodok kecil, keong dan hewan kecil lainnya selama penggembalaan. Tidak aneh jika sepanjang jalan di Brebes banyak dijumpai toko penjual telur bebek. Sayangnya sejalan dengan intensifikasi penggunaan pestisida untuk meningkatkan produksi padi,banyak menimbulkan kasus keracunan di antara itik muda akibat terkontaminasi residu.

Pemeliharaan ekstensif tidak sebaik sistem intensif, yang hanya mampu menghasilkan rata-rata 80 butir telur setahun (hen day 22,5 %), tetapi diyakini bahwa sistem ini mampu mendukung perkembangan ekonomi pedesaan. Pemeliharaan ekstensif pada umumnya biasa ditemukan di daerah persawahan dengan irigasi yang baik, yaitu sepanjang pesisir selatan dan utara Jawa, daerah persawahan di Bali dan Lombok, sepanjang pesisir utara Sumatera memanjang ke Aceh Timur, Payakumbuh dan berakhir di areal pemukiman di Lampung.

Jenis Itik Lokal
Setidaknya ada 3 bangsa itik lokal yaitu Itik Jawa (Anas javanica), Itik Bali (Anas sp) dan Itik Borneo (Anas platurynchus Borneo) yang dominan terdapat di Kalimantan. Anas javanica mempunyai mempunyai beberapa varietas yang dinamai sesuai lokasi habitatnya seperti Itik Tehal, Itik Mojosari, Itik Magelang, Itik Karawang. Itik Tegal sangat mirip dengan itik Indian Runner. Populasi itik nasional sampai tahun 1999 adalah 26.284.000 ekor atau meningkat sebanyak 1,29 % dibandingkan sejumlah 25.950.000 di tahun 1998.

Itik Jawa
Pada pemberian pakan seimbang dan manajemen pemeliharaan yang baik, itik Jawa dapat menghasilkan 250 butir telur setahun. Beberapa varietas dengan tingkat produksi telur yang berbeda biasanya dicirikan oleh pertumbuhan bulu yang spesifik, antara lain tipe Branjangan (250 butir/tahun), tipe Jarakan (200 butir/tahun) dan tipe Bulu Putih (180 butir/tahun). Berat telur berkisar 65 - 70 g dengan kerabang berwarna hijau kebiruan. Berat standar itik jantan berkisar 1,8 - 2,0 kg dan betina 1,6 - 1,8 kg. Itik Jawa mempunyai kepala yang kecil dengan paruh datar dan leher panjang. Bentuk tubuh seperti botol, bulu berwarna coklat gelap, paruh putih dan shank hitam. Itik jantan dicirikan oleh adanya 3 bulu ekor spesifik yang mencuat ke atas.

Itik Bali
Sebagai tipe itik petelur, Itik Bali sangat dominan dipelihara secara ekstensif di pelosok Pulau Bali. Berbeda dengan Itik Jawa, memiliki postur kepala yang lebih kecil dan leher lebih pendek dengan jambul unik di atas kepalanya. Bertelur pertama kali pada umur 23 - 24 minggu. Berdasarkan tipe bulu yang berkorelasi dengan kemampuan produksi telur, terdapat 3 varietas yaitu tipe Sumi yang dapat menghasilkan 150 butir per tahun, tipe Sumbian dengan 143 butir dan Sikep mampu bertelur 100 butir per tahun. Berat telur berkisar 59 gram berwarna kerabang hijau keabu-abuan, tetapi beberapa varietas menghasilkan telur berwarna putih.

Itik Borneo
Berbeda dengan kedua bangsa itik sebelumnya yang lebih banyak hidup di daratan, Itik Alabio tinggal lebih banyak di daerah sungai dan berawa.  Itik Borneo (Anas platurynchus) yang banyak ditemukan di Pulau Kalimantan mempunyai 2 varietas yaitu Itik Alabio dan Itik Nunukan, meskipun varietas pertama jauh lebih populer. Banyak peneliti yakin bahwa Itik Alabio merupakan hasil persilangan antara bangsa itik lokal dengan Itik Peking. Bulu didominasi oleh warna abu-abu tetapi jenis betina memiliki bulu lebih kekuningan sementara itik jantan mempunyai warna yang lebih gelap. Terutama pada bulu di sekitar kepala, leher, dada dan ekor bagian ujungnya terdapat bulatan hitam. Kedua jenis kelamin memiliki paruh dan shank berwarna kuning. Itik Alabio mampu menghasilkan 180 - 225 butir telur per tahun, dengan kerabang berwarna hijau keabu-abuan. Berat itik jantan berkisar 1,8 - 2,0 kg per ekor dan itik betina antara 1,6 - 1,8 kg.

Metoda Pemeliharaan
Berdasarkan populasi yang dimiliki, peternakan sistem ekstensif biasanya dibagi atas 3 kategori yaitu skala kecil dengan populasi kurang dari 50 ekor, skala menengah memelihara 50 - 80 ekor itik, dan skala besar dengan populasi antara 80 - 120 ekor. Beberapa kendala di lapangan membatasi perkembangan sistem ekstensif di areal perswahan antara lain :
1. Petani mulai beralih dari metoda panen menggunakan ani-ani diganti dengan sabit sehingga mengurangi material sisa yang biasa dikonsumsi itik,
2. Residu pestisida meracuni hewan-hewan kecil yang biasa dikonsumsi itik, yang pada akhirnya nerakibat fatal terhadap itik muda
3. Semakin berkurangnya lahan persawahan akibat perubahan penggunaan tanah yang mengarah untuk industri dan permukiman.
Itik Tegal dan Itik Alabio memperlihatkan respon yang positip apabila dipelihara secara intensif.

Perkandangan
Sebuah penelitian di Bogor memperlihatkan bahwa itik yang dipelihara dalam kandang yang dilengkapi dengan kolam menghasilkan telur 10,25 % lebih rendah dibandingkan kandang sejenis tanpa kolam (hen day 54,54 % berbanding 64,79 %). Sebaliknya penelitian lain, kandang dilengkapi kolam sedalam 0,25 m dapat memperbaiki produksi telur. Sebelum digunakan, dasar kolam ditebarkan campuran tanah, pasir dan kapu dengan perbandingan 8 : 2 : 1. Lalu diairi sedalam 0,1 sampai 0,15 m. Setelah dikeringkan (matahari) yang ditandai retakan tanah di dasar kolam, ditebarkan pupuk organik (campuran dari 5 kg katul, 5 kg bungkil kopra, 25 kg kotoran hewan untuk setiap 10 m2 luasan kolam). Untuk kedua kalinya diairi sedalam 0,1 - 0,15 m dan dikeringkan sampai timbul retakan di dasar kolam. Selanjutnya diairi sedalam 0,25 m bersamaan dengan penebaran pupuk anorganik yaitu 0,5 kg pupuk urea dan TSP per 10 m2. Kolam siap digunakan dalam 2 - 3 minggu kemudian.


Reference :

 

See Other Articles :

Perunggasan Skala Besar Dibebaskan, Polemik


 ! Home Visit Our Sponsors Ads Articles Ads Here  ! Main ArticlesDirectory  !